Search

Catatan Rochiyat

Sebuah catatan pemikiran rochiyat

Category

Kisah Teladan

Kisah yang perlu kita contoh dari orang-orang sebelum kita sehingga kita mengambil pelajaran daripadanya

Kisah 2 ekor elang (Belajar Zona Kenyamanan)

Gambar Elang Terbang Tinggi ke Angkasa

Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang.
Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. Tentu akan lebih indah lagi. Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.

Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor : Seekor elang telah terbang tinggi & me layang² di angkasa. n a m u n yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya

Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil “menyembuhkan” & membuat elang ini terbang.

Berbagai usaha telah dilakukan, t e t a p i elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.

Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang 

Dan Raja meminta bantuan petani itu.

Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.

Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan.

Petani menjawab, 

“Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya … 

DAHAN itu yang membuatnya NYAMAN”.

Kita dilahirkan untuk sukses, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, nmun, ada yang memegang erat, yaitu ketakutan; 

tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu & tidak beranjak dari posisinya.

Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut & tidak mau melepaskannya.., 

takut gagal.., takut kecewa..

Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali diri anda & tumbuhkan kekuatan & rasa percaya diri anda.

Maka anda akan “terbang tinggi”.

Tanpa kita sadari, ALLAH sesekali “Memotong” DAHAN KENYAMANAN kita, supaya iman kita bertumbuh & naik ke level yang lebih tinggi.

Kisah Nabi Syu’aib A.S

Syu’aib adalah putra asjur bin Madyan (keturunan Madyan). Kaumnya disebut kaum Madyan. Syu’aib masih keturunan Nabi Ibrahim A.S. Sebenarnya Madyan mempunyai agama peninggalan ajaran Nabi Ibrahim A.S. Namun seiring berjalannya waktu kaum madyan semakin jauh dari ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Semakin lama kemungkaran telah membudaya dalam masyarakat, sehingga di sana-sini terjadi kekacauan. Tidak ada ketenangan dalam hidup. Yang ada hanya kejahatan dimana-mana. Hukum rimba diterapkan sehingga kaum yang lemah semakin tertindas oleh kaum yang kuat.

Continue reading “Kisah Nabi Syu’aib A.S”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑