krl jabodetabek
krl jabodetabek

Kejadian malam hari selepas pulang kerja di stasiun kereta listrik (KRL). Selagi menunggu kereta, pemandangan yg ga asing lagi di daerah ibu kota, kebanyakan penumpang asyik dengan gadget nya masing-masing. Setelah baca-baca chat WhatsApp dan buka lainnya di gadget, tibalah KRL jurusan Jakarta kota – bogor yang ditunggu. Asyiknya nunggu depan pintu KRL – dengan sistem buka tutup otomatis – penumpang lain yang perempuan dan ibu – ibu naik terlebih dahulu. Saat akan naik, tanpa pemberitahuan, dengan cepat pintu KRL tertutup.

Lalu, apa yang saya lakukan kawan?
Kenapa tadi menunggu orang duluan yang masuk? Kenapa ga saya duluan? Padahal saya kan bisa saya masuk duluan, toh saya yg terlebih dahulu disitu. Arghhhh….. (marah)

Namun, bukan itu yang saya lakukan. “saya sedang diuntungkan”. Lho kok diuntungkan, bukannya kamu ditinggalkan KRL karena menunggu ibu – ibu dan perempuan tadi?
Iya kawan, saya memang tertinggal KRL karena itu. Tapi saya sedang diuntungkan. Diuntungkan, bisa saja perempuan dan ibu – ibu tadi sedang buru – buru ditunggu saudaranya atau anaknya, membuat orang lain lebih mudah kan mendapatkan pahala dan menenangkan hati.

30 menit kemudian KRL Jakarta kota – bogor datang, saya pun bisa leluasa masuk KRL dengan nyaman. Yang terpenting isi hati ini tenang. Itu suatu nikmat tersendiri yang diberikan oleh Allah SWT. Terima Kasih telah memberikan pelajaran ini dan saya sedang diuntungkan 🙂

@12ochiyat
10082015

Advertisements